Selasa, 24 Agustus 2010

Minum Bir Menyehatkan???



Sewaktu kita menonton acara olahraga, misalnya sepak bola di TV maupun secara live, mata kita selain tertuju pada jalannya pertandingan, kita juga akan melihat papan-papan reklame yang cukup mengalihkan perhatian kita sesaat. Sempat heran juga, kenapa pada acara olahraga banyak sekali iklan minuman keras yang dipromosikan disana. Setelah diselidiki ternyata bir lebih menyehatkan dari air putih. Lho kok..

Salah satu contoh mengapa bir lebih menyehatkan daripada air biasa adalah karena bir lebih higienis. Air putih walaupun telah dimasak, jika dibiarkan beberapa saat maka akan rentan untuk terkontaminasi dengan bakteri, sedangkan untuk bir, tidak. Itulah sebabnya mengapa banyak pelaut yang memilih untuk mengkonsumsi bir daripada air putih.

Dan jika dibandingkan dengan minuman bersoda, tentunya bir juga jauh lebih menyehatkan. Menurut penelitian, bir dengan kadar alkohol standar, yaitu 1,5%, telah dilengkapi dengan kadar gula seimbang, dan tidak akan mengganggu level insulin. Lebih jelasnya, bir dapat melancarkan peredaran darah, tidak seperti soft drink. Bahkan di Belgia, beberapa sekolah lebih banyak menyediakan bir daripada softdrink pada saat makan siang.

Menurut penelitian dari University of Western Ontario, Kanada, mereka baru-baru ini menemukan bahwa bir memiliki kualitas positif yang sama dengan anggur pada saat ditemukan.

"Kami sangat terkejut dengan hasil yang menyatakan bahwa dengan meminum satu gelas bir bisa mengkontribusikan jumlah antioksidan yang menguntungkan yang sama dengan wine (anggur), khususnya sejak anggur merah yang mengandung 20 kali kandungan polyphenol yang sama dengan bir," kata profesor John Trevithick.


Kandungan apa saja yang ada dalam bir? Ternyata dalam bir, terkandung 90% air, gula fermentasi dari biji-bijian maupun butiran padi yang disebut dengan malt, gula murni, perasa dari buah bernama hop yang akan memberikan cita rasa yang menjadi ciri khas bir, dan yeast atau sel mikrrganisme yang nantinya digunakan untuk memproses gula fermentasi menjadi alkohol dan karbondioksida.

Namun, dari semua penelitian yang telah dilakukan, bir tentunya harus dikonsumsi dengan kadar yang cukup. Bukan dengan berlebihan yang akan mempercepat jalan darah. Dan sesuai hukumnya, bir hanya boleh dikonsumsi oleh orang-orang yang sudah cukup umur. Jadi untuk remaja maupun anak-anak yang dianggap belum cukup umur untuk tidak mengkonsumsi minuman beralkohol karena akan membahayakan kesehatan jika dikonsumsi tidak sesuai aturan. (beernhealth/boo)
Sumber: http://www.kapanlagi.com/a/0000004157.html


Seberapa jauh sebenarnya bir akan membantu kita untuk menjadi lebih sehat?


1. Menurunkan Resiko Sakit Jantung
Meminum alkohol dalam jumlah sedang (tidak lebih dari dua gelas untuk pria dan satu gelas untuk wanita per hari) malah menurunkan resiko sakit jantung koroner sampai dengan 30 atau 60 persen, bahkan kepada mereka yang memiliki resiko diabetes, tekanan darah, bahkan juga kepada mereka yang pernah mengalami serangan jantung.


2. Membantu Pembentukan Tulang
Bir mengandung silikon, mineral yang membantu pembentukan massa tulang. Silikon yang terkandung dalam makanan seperti ini akan memperkuat dan meningkatkan kepadatan tulang, terutama di bagian pinggang dan wanita yang mengalami masa menopause.


3. Mencegah Kerusakan Sel
Pencegahan kerusakan sel ini akan mengurangi resiko kanker dan sakit jantung. Hop dan Malt yang digunakan dalam pembuatan bir mengandung antioksidan dalam jumlah besar. Bir juga mengandung polyphenol, antioksidan yang juga ditemukan dalam minuman anggur, buah-buahan, sayuran, dan teh hitam maupun hijau. Bir Lager dan Ale lebih banyak mengandung antioksidan daripada bir encer atau bir tanpa alkohol.


4. Melindungi Peminum dari Stroke
Penyakit seperti Alzheimer dan pikun ternyata merupakan 80% penyebab stroke. Konsumsi bir dalam jumlah menengah sering dikaitkan dengan kemampuan berpikir dan memori yang membaik
Jika kita menghitung volume minuman dan jumlah kandungan alkoholnya, bir memiliki jumlah antioksidan dua kali lipat dari anggur putih, walaupun jika dibandingkan dengan anggur merah, kandungan antioksidan bir hanya setengahnya. Tapi mengenai kemungkinan penyerapan dalam tubuh, karena kecilnya molekul antioksidan bir, maka kemungkinan penyerapan antioksidan bir akan jauh lebih mudah.


Bir tidak mengandung lemak atau kolesterol sama sekali, dan kandungan gula yang ada sangat rendah. Kalori yang ada dalam bir, sebagian sangat besar muncul dari kandungan alkohol, bukan dari kandungan gula yang ada (thebachelorguy.com/ari)


Jadi: aman dan menyehatkan selama masih dalam batas wajar dan dalam penggunaan yg benar (tidak mengemudi selagi minum)